Rembug Peningkatan Industri Garam

Rembug Peningkatan Industri Garam

Selong, Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy meminta dinas terkait, yaitu Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berkolaborasi menghidupkan industri garam di daerah ini. Bupati memiliki perhatian besar terhadap pengembangan garam rakyat dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp. 1 milyar demi memajukan industri garam rakyat.

Hal tersebut diungkapkan Bupati pada acara Rembug Daerah dalam rangka Pengembangan Usaha Garam Rakyat di Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung Rabu (14/7) di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur.

Bupati juga mengaku kerap menerima keluhan para petani garam. Bupati bahkan menyinggung masuknya garam dari luar yang dinilai tidak berpihak kepada industri garam lokal, “nampaknya arus impor itu lebih dahsyat dibandingkan niat kita untuk berpihak kepada masyarakat,” ungkapnya.

Di samping itu, bupati berharap agar rembug tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani garam dengan menghasilkan rekomendasi bagi Pemda untuk memajukan industri garam di daerah ini khusunya.

 Berdasarkan laporan Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur M. Zainuddin program pengembangan usaha garam rakyat sudah berlangsung selama 3 tahun. Selain bertujuan meningkatkan kualitas garam rakyat, belakangan program tersebut juga diharapkan  dapat pula meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Zainuddin berharap Badan Usaha MIlik Daerah (BUMD) dapat berpartisipasi dalam program tersebut mengingat usaha garam rakyat di kabupaten Lombok Timur yang masih  menemui kendala, utamanya dalam pemasaran. Kualitas dan harga yang dinilai tidak seiring adalah diantara penyebabnya.

Selain pimpinan OPD, sejumlah petani garam juga turut dalam Rembug Daerah tersebut.